Selasa, 10 Januari 2012

Gowess Nanjak itu Nikmat...:)

Masjid At-Ta'awun: 
Betapa nikmatnya gowess nanjak ke Puncak 
sambil melihat pemandangan sebelah kiri kebun Teh
sebelah kanan deretan mobil beserta isinya yang setia
mengantri menunggu dibukanya jalur menuju Jakarta.

[gowesser : nte'Yatmi dg penuh kesabaran..hihih..:D]

Bersepeda belakangan ini mulai banyak digandrungi masyarakat Indonesia yang padahal memang dahulu juga memakai sepeda. Tentunya dengan bermacam alasan dan tujuan, ada yang memang sebagai alat transportasi sehari-hari [baik itu ke kantor, pasar, sekolah dll], untuk sekedar olahraga, ngasah skill, koleksi bahkan sebagai fashion.


Sepedapun beraneka macam-jenis pula, mulai dari yg jadul seperti Onthel, speda Kerandjang sampai yang baru nge-trend dan digandrungi kawula muda yaitu fixie [fixgear].



Apapun jenis sepeda yang dipakai jangan sampai mengabaikan keselamatan, "safety first" atau utamakan keselamatan dengan cara mematuhi rambu lalulintas, pakai helm, signhand [isyarat tangan, pengganti lampu sign] dsb. demi kenyamanan dalam bersepeda. Karena belakangan ini tidak sedikit kecelakaan dalam bersepeda karena semakin padatnya volume kendaraan masa kini.



Jalan, siapapun pesepeda pasti akan bertemu yang namanya jalan. Jalan aspal, semi aspal, tanah, cor, berbatu dsb. Demikian pula jalan tentunya ada datar, turunan dan tanjakkan. Bagi pengguna sepeda ketika melintasi jalan datar mungkin akan biasa-biasa saja atau bahkan akan merasa senang jika bertemu dengan turunan, akan tetapi tidak dengan "tanjakkan". 



Yang namanya berada di jalan tentu berhadapan dengan resiko, fatalnya kecelakaan [tertabrak, kesenggol atau mungkin rem blong]. Ketika berada di jalan datar apalagi di jalan raya sudah pasti pengendara bermotor akan memacu dengan kecepatan yg lebih dari sepeda sehingga pesepeda lebih sering mengalah dan rasa takut tertabrakpun kadang hinggap. Begitupun ketika berada di turunan, resiko pasti ada. Sebaiknya pesepeda selalu waspada dan tidak terlena dengan jalan yang menurun, tidak sedikit pesepeda saking asiknya menikmati turunan melaju dengan kecepatan tinggi dan akhirnya hilang kendali [lost control] dan berujung pada kecelakaan [nyungseb, nabrak dll].



Adapun dengan jalan nanjak, kemiringan sebuah jalan yang menanjak tak jarang membuat drop mental/pikiran duluan yang mempengaruhi badan serta tenaga terasa jadi lemes dan akhirnya turun dari sepeda dan memilih [DH-DorongHeula atau TTB-TunTunBike...hehe].



Memang, bagi pesepeda yg tidak biasa dengan tanjakkan ketika menemukan jalan yang menanjak akan terasa berat, hal demikian berawal dari pandangan terhadap jalan yg ada didepan mata kemudian disampaikan ke pikiran [wahh..nanjak nih, kuat gak yah..??] yang secara tidak disadari akan mempengaruhi kepada tubuh dan energi dan akhirnya mental drop tubuhpun tiba-tiba terasa lemas, detak jantung akan cepat dan nafaspun berat.



Trik/tips menghadapi tanjakkan yang populer adalah dengan cara badan agak sedikit merunduk dan pandangan mata ke ujung ban, jangan sekali-kali melihat ujung tanjakkan. Tips ini sedikit banyaknya akan membantu meringankan gowessan. Dengan tips/trik ini memang membantu akan tetapi menurutku ada yang kurang, kenapa...?? Jika pandangan hanya tertuju kedepan ujung ban, maka waktu gowess nanjak kita tidak bisa "menikmati" pemandangan sekitar tanjakkan. 



Barangkali bermanfaat dan membantu gowess nanjak, hanya sekedar tambahan berbagi tips di tanjakkan yang saya lakukan ketika sedang gowess nanjak selain sedikit merundukkan badan adalah rileks-enjoy, mengatur ritme gowessan agar selalu stabil, atur nafas, lihat kanan-kiri sesekali ke depan [jangan sampe nabrak apalagi nyemplung ke got...hihihi], bebaskan fikiran dari yang aneh-aneh termasuk mikirin beratnya tanjakkan dan tidak kalah penting adalah selalu usahakan untuk menikmati alam sekitar tanjakkan...:) [kalau sedang gowess jalur naik ke puncak akan banyak sekali menemukan pemandangan, yaitu deretan mobil-bus dan orang didalamnya yang sedang setia menunggu kemacetan dibukanya jalur ke bawah menuju jakarta...hihihi..seruuu kann..?? :D]



Semoga kita semua bisa "menikmati" setiap Tanjakkan...:)



Salam SEPEDA SEnyumPEnuhDAmai selalu...:)

Senin, 09 Januari 2012

Dari "Kertas Bekas" menjadi Karya Seni yang ber-Kelas...Kenapa Tidak...??

Siapa yang tidak tau sama KERTAS...??
Kalau sampai ada yang tidak tau sama sekali dengan Kertas,
Sungguuuuh Theeerrrlhaaaalhuuuu....[kata Bang Haji, hihihi..:D]

Kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa [http://id.wikipedia.org/wiki/Kertas]Kertas juga merupakan salah satu "makhluk" yang sering kita jumpai di mana-mana, di tempat formal maupun di terminal, di kantor sampai di pasar, di sekolah/kuliah sampai di tempat sampah. Kertas terbuat dari serat-serat alami yang mengandung selulosa seperti jerami, bambu, kayu, merang dan lain-lain.

Jenis kertas juga bermacam-macam ada HVS [kertas buat kita nge-print, fotocopy], kertas Koran [tentunya tau kan dg kertas jenis ini..kertas yg lembek dan penuh tulisan berisi aneka berita..:D], kertas Roti [tentunya sering digunakan buat pelapis roti..:D], kertas Karton, Duplek [jenis kertas ini memiliki ketebalan yang lebih dari HVS/Koran sehingga agak keras tergantung ketebalannya, biasanya dipakai buat Nasi Box, SnackBox dll], Kardus [tau donk dengan jenis kertas yang satu ini mah yaah...ehehe..:D], kertas Minyak, kertas Tisu [tisu lap keringat, kecantikan, penyeka abis makan, atau tissue pembersih alias tisu toilet] dan sebagainya.

Kertas juga termasuk makhluk yang satu kali pakai dan dibuang, entah itu karena memang sudah tidak dipakai lagi atau mungkin karena sobek, kucel atau singkatnya Rusak.
Memang harga kertas itu murah, sehingga tidak terlalu banyak fikir untuk segera membuangnya jika sudah tidak terpakai [menurut yg mpunya uang tentunya, bagaimana kalau bagi yang tidak mampu beli...??]. Lagi pula untuk membuat satu lembaran kertas itu memerlukan minimal satu pohon yang harus di tebang, coba bayangkan berapa juta/milyard kertas yang ada di dunia ini...terus berapa pohon yang harus ditebang setiap kali produksi...??

Pergantian musim dibumi ini khususnya di Indonesia sudah terasa tidak seperti dahulu lagi yang teratur setiap enam bulan sekali silih berganti antara hujan dan kemarau, sekarang..??? Isu global warming belakangan ini ramai dibicarakan di mana-mana, global warming atau biasa disebut pemanasan global terjadi karena lapisan ozon bumi semakin besar bolongnya. Hal ini terjadi karena bumi semakin panas salah satu penyebabnya akibat lahan hijau atau pohon-pohon banyak yang di tebang secara besar-besaran dengan tanpa mengganti tanam kembali. Tidak hanya itu, bencana akibat penebangan atau pembukaan lahan secara besar-besaran menimbulkan bencana yang sangat mengerikan, banjir, longsor yang sering kita lihat di tipi.

Oleh karena itu, mari kita berbuat untuk bumi dengan apa yang kita bisa yaitu salah satunya mendaur ulang atau menggunakan bahan baku yang sudah ada [bekas] untuk diolah dan digunakan kembali [recycle-reuse]. Seperti yang sedang kita bicarakan ini adalah "kertas", yaa kertas...Agar tidak banyak menebang pohon untuk membuat kertas baru, mari kita gunakan kertas-kertas yang dianggap bekas kita gunakan dan olah dengan kreatifitas kita menjadi barang yang berguna dan bernilai, apakah itu dengan mendaur ulang kertas bekas dibikin kertas baru dengan cara dijadikan bubur [pulp] atau kita gunakan kertas bekas menjadi bahan baku untuk kreatifitas kita dalam berkreasi, misalkan untuk menggambar, membuat patung dari bubur kertas, pappertole, origami, papperquilling, kirigami dan lain-lain...:)

Kalau kertas sudah tidak terpakai biasanya menumpuk, kalau tidak dibuang dibakar paling ujung-ujungnya di kilo [bagi yg berfikir ekonomis..hihihi :D] walaupun per/kg kertas tidak seberapa paling tinggi 1000/kg.

Naaah...berhubung kertas bekas itu murah dan mudah didapat, minta juga pasti dikasih. Bagaimana kalau "kertas bekas" itu dijadikan aneka Kreasi "kerajinan tangan" sehingga menjadi MahaKarya...?? Ide bagus bukan..?? :D

Taplak Meja si Ucrit:
Berkreasi dengan bahan "kertas bekas" dan seperangkat alat yang mudah didapat disekitar.

Yaa...kalau sudah jadi mah mau buat pajangan di rumah, koleksi pribadi atau bisa juga untuk meraup Pundi-pundi rezeki..[maunya sih begituuuh..betul apa betuul...?? hihihi] :D

Yooooo...mulai sekarang cari, kumpulkan dan tuangkan ide kreatifmu di KertasBekas. Mau bikin lukisan, gambar kartun, komik, origami, kirigami, pappertole, popup card/book, patung bubur kertas, puzzle, daur ulang kertas, paper quilling, mozaik, anyaman atau ada ide yang luar bisa lagi yang sesuai minat...??

Sebagai awal, kita bisa melihat dan mencontoh karya-karya kreatifitas dari Kertas yang sudah ada tentunya sesuai yang kita mampu, singkatnya yang Mudah dan bisa kita coba..hehe [baik itu dari internet, buku dsb], lalu kita pelajari tehniknya dan coba bikin sesuai contoh. Selanjutnya...eksplore ide kreatifmu...tambahkan ide originalmu di atas karya yang sudah ada...yang penting hasil akhirnya meskipun mirip tapi tetep Beda...mudah bukan...?? :)

Ok...ok...let's goowww...start from now, be Creative, be Different by Reason...:)

Mari berbagi Inspirasi berbagi Karya...:)

Selamat Pagi...Salam SEPEDA SEnyumPEnuhDAmai selalu...:)

Salam sejahtera untuk kita semua. 


Semoga hari ini tetep sehat, semangat, selamat wal'afiat dalam menjalankan aktivitas.
Awali dengan Senyum Penuh keDamaian dalam Hati...:)


Selamat berKarya dan Berbagi. Semoga senantiasa Bahagia.