Kamis, 04 Juli 2013

Dongeng "si Ucrit"


"si Ucrit", nama ini saya berikan kepada sepeda Mini berkeranjang ukuran ban 24" yang dibeli sekitar bulan Oktober 2010 dengan harga Rp.225.000,- di bengkel dalam keadaan penuh debu, sepertinya lama disimpan di gudang oleh pemilik lamanya. Setelah deal harga dengan pakDe' [sapaan bapak bengkel], siUcrit pun saya bawa ke kontrakan. 

Setibanya di kontrakan, melihat kondisi yang sangat memprihatinkan, saya bersihkan dan mempretelinya dengan peralatan seadanya, setelah sudah terlihat bersih dan kinclong kemudian dibangun kembali [lihat poto sebelah: gayanya sudah mirip tukang bengkel sepeda belum..?? hehe]. Maklum masih amatiran, membangun kembali sepeda ini perlu perjuangan dan waktu yang lumayan lama juga, tapi Alhamdulillaah dapat diselesaikan dengan setingan alakadarnya sampai bisa digowess. Tidak disangka, ternyata setelah di bersihkan terlihat sangat-sangat asik, unik dan menarik. 

siUcrit sudah ready dan siap untuk di testride... wesss.. gowess gowess gowess... lhoo ini koq tidak maju-maju..?? walahh....ternyata distandar. hahay.. testride siUcrit gowess keliling seputaran kampus UIN, dan mampir ke bengkel pakDhe di Legoso [tempat bertemu pertama kalinya dengan siUcrit], pakDhe kaget "lhoo..kinclong amat, diapain ??" tanyanya. Saya hanya senyam-senyum saja, "tidak diapa-apain koq pakDhe, cuma di Cuci dan diberi poles supaya kinclong", jawabku. Tidak sedikit dari teman sepedaan melihat kondisi siUcrit menyarankan untuk di repaint/cat ulang, tapi melihat kondisi cat masih lumayan dan tidak ada karat, biarkan apa adanya saja.

Tahun 2003 saya mulai menginjakkan kaki dan hidup di IbuKota [padahal Aslinya mah tinggal daerah di Ciputat, Tangerang Banten, hahaay..]. Pada awal-awal masih baru, banyak yang bilang "Mau bertahan hidup di Jakarta ?  Jangan Gengsi-an", pesan singkat yang lumayan simple tapi dalam. Pesan ini seperti menggelitik benak saya dalam bersepeda, di tengah berbagai macam alasan menggunakan sepeda sebagai alat transportasi di Jakarta baik yang beralasan untuk menghemat pengeluaran keuangan, isu global warming, hobby, efisiensi waktu dan lain sebagainya. Namun demikian, sepeda yang digunakan untuk beraktivitas disesuaikan dengan keuangan dan selera masing-masing, mulai dari sepeda lipat, MTB, Onthel, Fixgear dan lain sebagainya. 

Begitupun dengan saya, sepeda pertama kali punya adalah sepeda BMX dengan harga Rp.50.000,- dibeli dari teman pada bulan Puasa tahun 2009, sepeda itu dibeli karena waktu sepeda BMX punya temen saya pinjam untuk keliling muter ke arah Kp.Utan-Rempoa-Gintung dengan niat cari lapak sepeda siapa tau ada sepeda yang harganya murah meriah, berhubung waktu itu adalah malam hari, mana ada bengkel/lapak sepeda yang buka, apalagi malam bulan puasa [aneh juga saya ini yaa..hihi :D]. Sebelum saya pinjam, kondisi sepeda BMX itu memang pada bagian fork/garpunya sudah oblak seperti mau patah, dan benar saja kejadian waktu di daerah Rempoa garpu/fork nya patah, mana malam hari tidak ada bengkel akhirnya mau tidak mau sepeda saya tuntun dari Rempoa Gintung sampai kosan daerah kampus UIN. Besoknya laporan sama yang punya sepeda bahwa fork sepedanya patah dan saya akan menggantinya, tapi ternyata yang punya malah bilang "ga usah diganti, biar dikilo saja sama tukang barbek", mendengar seperti itu saya merasa tidak enak dan lebih baik saya beli saja, singkat cerita akhirnya temenku menjual sepeda BMX yang patah forknya itu dengan harga Rp.50.000,-. Sepedapun saya perbaiki dan bahagia rasanya punya sepeda sendiri meski apa adanya, sempat dibawa jalan-jalan ke Pantai Ancol dan CarFreeDay Sudirman-Thamrin. Namun apa mau di kata, pada awal tahun 2010 sepeda BMX hitamku raib entah kemana yang pasti ada yang mengambil alih kepemilikan dan sejak kehilangan itu saya pun puasa tidak bersepeda selama beberapa bulan, kalau mau sepedahan yaa pinjam sama teman sampai akhirnya saya kembali punya sepeda yang baru. 

Hampir dua bulan setelah kehilangan sepeda BMX hitam, akhirnya kembali punya sepeda jenis MTB lowend tapi lumayan masih bisa untuk digowess kemanapun suka dan sepeda ini menjadi angkutan mudik lebaran Jakarta-Tasik Tahun. 2010 [poto disebelah ini waktu Mudik pertama kali Jakarta-Tasik via Garut]. selain sepeda MTB, ada sepeda ukuran 24" Dragster disusul si Ucrit dan yang lainnya, [hilang satu tumbuh seribu] begitu kira-kira, hehe.. Meski demikian, saya bukan kolektor sepeda antik karena sepeda yang ada hanya sepeda biasa, terkadang kalau sedang butuh untuk bayar kosan, sepeda yang ada saya jual. #curcol deh 

Di antara sepeda yang ada, walaupun si Ucrit seperti sepeda untuk belanja ke pasar, ukurannya kecil 24" dan singlespeed namun ada sesuatu yang beda dan istimewa, [istimewa menurut saya, belum tentu menurut anda...hihi]. Tidak jarang temen sepedahan melihat saya dengan siUcrit bilang "mau belanja/kepasar/itu kan sepeda cewek, dll", sah-sah saja apa kata mereka dan mungkin itulah sebagai ungkapan perhatian [perhatian sama sepedanya..bukan sama yang punya sepeda tentunya..hihi], tidak apa-apa koq, toh saya pun tidak merasa diapa-apakan yang penting tidak sampai mencederai saya, mungkin lain ceritanya [pasti saya nangis..ahahaa :p].

Aaahhh...beruntung sekali saya, kehadiran siUcrit memberikan warna dalam hidupku, suka-duka berbagi cerita telah dilewati bersama. Tiada kalimat yang patut diucapkan selain ucapan syukur Alhamdulillaahirobbil 'Aalamiin..bersyukur dan ikhlas, begitu banyak nikmat yang diberikan oleh-Nya dengan memiliki siUcrit.

Di tengah bergeliatnya kembali dunia pesepedahan di Jakarta, bermacam jenis, tipe, harga sebuah sepeda memberikan pilihan bagi para pesepeda baik itu yang baru memulai bersepeda maupun yang sudah lama hobi bersepeda. Sepeda apapun ada, mulai dari jenis sepeda komuter/untuk sehari-hari sampai sepeda hobi  maupun untuk prestasi tersedia, yang harganya sesuai dengan kualitas. Mulai dari pabrikan lokal sampai pabrikan luar negeri pun berminat untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial. 

Dari sepeda yang saya punya, hanya satu sepeda yang saya beli dengan kondisi Baru [sepeda MTB WimCycle Roadchamp DX], selain dari itu semuanya sepeda bekas alias second, termasuk siUcrit. Entah kenapa alasannya lebih suka sama sepeda lama atau sepeda bekas. Mungkin karena kondisi keuangan yang masih terbatas, entah karena melihat kualitas, entah karena lebih melihat dari sisi fungsi sepeda atau memang karena lebih suka melihat keunikan dari sepeda bekas, entahlah..[tapi, alasan yang pertama mungkin agak lebih utama..alasan Keuangan..hihi :D]. Sadar diri, bukannya tidak ingin memiliki sepeda yang baru dengan tipe terbaru yang komponen serba canggih, tapi apa daya belum cukup untuk bisa memilikinya. Dan akhirnya memutuskan diri untuk lebih kepada fungsi dari sepeda itu sendiri, toh saya bukan sembalap yang mengharuskan memiliki sepeda dengan performa yang menunjang. Punya sepeda juga paling dipakai untuk belanja ke warung, beli nasi, ke tempat teman atau sekedar rekreasi ke tempat wisata.

Seringnya melihat teman sepedaan yang bersepeda bersama berpetualang blusukan keluar masuk perkampungan, ada juga yang gowess ke tempat wisata yang jaraknya lumayan jauh dari jakarta seperti ke daerah Bogor kayaknya asik dan seru. Lagi-lagi membuatku berfikir berkali-kali, mungkinkah siUcrit bisa dibawa rekreasi atau piknik ke tempat wisata yang di daerah Bogor itu tempatnya kebanyakan di atas ketinggian, harus menempuh jalan kampung blusukan dan tanjakan yang tidak mudah untuk dilewati dengan sepeda yang hanya singlespeed ??
Muncul pertanyaan, kenapa tidak mencoba dulu yaa ??
Kalau capek yaa berhenti sebelum capek [jangan sampe nunggu mata berkunang-kunang baru istirahat..], kalau tidak kuat ditanjakan yaa didorong atau istirahat dulu cari warung ngopi/ngeteh dulu, kalau takut di turunan yaa dituntun daripada nyuksruk, kenapa juga harus maksain, lagian tidak ada peraturan yang mewajibkan harus terus digowess dan juga tidak ada larangan untuk menuntun/mendorong sepeda ditanjakan, kalau tanjakannya mau dibeli juga bisa saja sih, tinggal sepedanya dinaikin ke angkot/pick up sampai atas, selesai deh urusan. Intinya adalah yang penting bagaimana caranya bisa Menikmati perjalanan sampai ke tempat tujuan dan kembali ke rumah dengan Selamat wal'Afiat dan Bahagia. Hmmm..iya juga yaa..hihi [maap, ini hanya ngobrol sendiri saja].

Sampai kepada pertanyaan selanjutnya:

"...Kalau kebanyakan mikirin spek grupset sepeda, kapan gowessnya..."

Merujuk pada pertanyaan dan obrolan sendiri itu, rumus di atas [rumus ngga jelas teorinya] di ulang-ulang sampai hafal [kayak mau ujian nasional saja pake di hafal segala..hmm terlalu lebay kadang], dari sini maka dimulailah perjalanan bersama siUcrit:

[] Dongeng #1 []
Piknik ke Curug Nangka Bogor

Suatu hari, tepatnya pada hari Raya Idul Adha 2010 berhubung tidak pulang kampung alias lebaran di kosan saja. setelah Solat Ied, daripada diam di kosan nunggu kiriman daging juga ga punya kupon..[haha..kasian deh, nasib anak kost, kalau ada yang kirim daging bersyukur kalau tidak yaa ngga apa-apa]. Lebih baik  jalan-jalan gowess santai ke daerah bogor mencoba napak tilas ke daerah Curug Nangka [dulu pernah ke Curug Nangka sama teman" kuliah itu juga naik mobil, rutenya pun inget-inget lupa saking sudah lamanya..emang dasar pelupa sih]. Cuaca waktu itu agak sedikit mendung tapi lumayan waktu gowess jadi adem tidak kepanasan, bermodal niat dan nekad berangkatlah sendirian [awalnya bertiga sama teman, tapi di daerah Kemang Parung mereka balik lagi] akhirnya yaa sendirian. Berangkat dari Ciputat berbekal informasi seadanya selebihnya di jalan tanya sana-tanya sini ke mana jalan menuju Curug Nangka. Memasuki jalan raya Ciapus, ternyata jalan menuju sana sebagian besar nanjak dengan kemiringan dan panjang tanjakan yang bervariasi. Terlanjur sudah niat perjalananpun ditempuh dengan perjuangan yang memang tidak mudah bagi pemula/nyubi seperti saya untuk menapaki tanjakan demi tanjakan. Perlahan namun pasti akhirnya sampai ke Perempatan/Simpangan sebelum Curug Nangka [maap lupa nama daerahnya, pokoknya daerah Ciapus aja],

Teringat waktu bersama teman kuliah, dulu waktu naik angkot pernah berhenti di sini, tapi bingung pun datang..sebenarnya bukan bingung sih, tapi lupa, kemana arah yang harus diambil, kanan-kiri-atau lurus ke atas, mau bertanya tapi malu dan akhirnya dari perempatan itu saya ambil lurus ke atas sampai ke pertigaan, kebetulan di pertigaan atas ada orang dan bertanya ke mana arah menuju Curug Nangka, jawabannya adalah.."ke Curug Nangka mah bukan ke sini, tadi dari perempatan yang di bawah harusnya belok kanan". Gubraaakk...inilah akibat dari "malu bertanya kasasar di jalan" ahahaay. Walhasil dari pertigaan atas saya pun balik kanan turun lagi menuju perempatan tadi dan hujan deras pun turun.. Sambil menunggu hujan reda saya istirahat di pos kamling yang ada di perempatan Ciapus itu, setelah agak reda baru dilanjutkan perjalanan, kirain tanjakannya sudah habis, eehh..masih banyak dan malah tambah tanjak saja, apa mau dikata "nasi sudah menjadi bubur" tinggal kasih daging ayam suwir, ati ampela. kerupuk, kacang, cakuwe, kecap..jadi deh Bubur Ayam Spesial. Begitulah kira-kira...Jalan menanjak, nyasar, kehujanan, yaa dinikmati saja, alon-alon asal kelakon, meski diperjalanan agak sedikit gerimis juga akhirnya Alhamdulillaah sampai juga di Curug Nangka. Sesampainya di Gerbang Wana Wisata Curug Nangka istirahat sebentar, poto-poto, sudah..balik kanan menuju Ciputat kembali.

 
[] ..Perjuangan menuju Curug Nangka.. []

Perjalanan pertama ke Curug Nangka bersama siUcrit, mendapat semangat dan keyakinan dalam diri bahwa tidak ada halangan bagi siapapun dengan sepeda apapun untuk menikmati sebuah perjalanan kemanapun suka, yang penting berusaha untuk selalu Sabar, Sadar diri [tidak ngoyo/memaksakan] dan Nikmati perjalanan. Belajar peka terhadap kondisi badan kapan harus berhenti istirahat sejenak meski hanya sekedar untuk ambil nafas dan kapan harus lanjut. Tidak harus gengsi atau malu untuk dorong/tuntun sepeda jika memang harus dituntun atau sudah tidak kuat. Kalaupun memang jika sekiranya waktu melintas di tanjakan yang lumayan panjang dan masih bisa/ingin tetap di gowess atau mencoba untuk tidak di tuntun/didorong, mungkin bisa disiasati dengan cara membagi Titik istirahat menjadi 1,2 atau 3 kali berhenti/istirahat di tengah tanjakan untuk kemudian dilanjutkan gowess lagi sampai tuntas tanjakan panjang tersebut. Kira-kira ilustrasinya seperti ini:

 [start]----gowes----[1 istirahat]----gowes----[2 istirahat]----gowes----[finis tanjakan]

Begitu kira-kira trik atau menyiasati tanjakan yang panjang tanpa tuntun bike [TTB] atau didorong heula [DH]. Karena memang, dorong/nuntun sepeda di tanjakan lebih capek daripada gowess santai. 
Semoga trik nya bermanfaat dan bisa menikmati setiap perjalanan tanpa tenaga terkuras banyak karena cara gowess yang Maksain atau Ngoyo. :)



 [] Dongeng #2 []
Tidak seRapuh Tampangnya

siUcrit memang sepeda kecil terbuat dari besi, terlihat seperti ringkih alias rapuh dan tidak kebayang jika dipakai boncengan atau dipakai sama orang yang bobotnya di atas 80kg mungkin siUcrit pasti akan rontok berantakan berkeping-keping. Suatu hari ada seorang mister dari Brussel namanya Mr.Herman yang sedang berkunjung ke Indonesia bertemu teman komunitasnya di Jakarta sekaligus berkunjung ke tempat-tempat yang bersejarah seperti Museum dan lainnya, usianya di atas 50 tahun dengan berat badan di atas 100kg [kalau tidak percaya boleh tanya atau coba gendong sendiri siMister nya..yasudah, daripada harus gendong mending percaya, lihat saja postur tubuhnya gemuk begitu seperti yang ada di poto..hehehe :D]. Mr. Herman yang perawakannya subur dan kakinya cidera [karena jatuh kl tidak salah], tidak bisa lama berjalan kaki mengelilingi Monas waktu itu, saya yang kebetulan bawa sepeda siUcrit menawarkan agar Mr.Herman untuk naik sepeda saja karena kasihan kalau dia jalan kaki pasti kecapekan dan Mr.Herman pun tidak menolak untuk memakai sepeda, dan akhirnya Mr.Herman gowess sama siUcrit keliling Monas.
Ternyata, sepeda mini yang kelihatannya seperti tubuh rapuh itu bisa bertahan membawa beban di atas 100kg. "Jangan Menilai Buku dari Covernya" [lhoo..koq buku, siUcrit kan sepeda bukan buku...hehe :D] yaa..intinya begitulah kira-kira. :) 


[o]  BERSAMBUNG [o]



@ana_ucrit
Salam SEPEDA SEnyumPEnuhDAmai untuk semuanya...:)
[] Aku Cinta Indonesia []







Senin, 24 Juni 2013

NASIKUBUR [Nasi Kuning nurutan Burger]

Siapapun tahu kalau Indonesia itu "kaya", termasuk kaya akan "kulinernya". Setiap pagi sebelum berangkat kerja, sekolah, dan aktifitas lainnya selalu di awali dengan sarapan. Penjual sarapan dapat kita temukan di manapun, di pinggir jalan, di kantin kantoran, sekolahan dan lain sebagainya. Menu yang ditawarkan pun beraneka macam, ada berupa nasi, roti, kue-kue kecil dari menu yang tradisional sampai menu internasional.
Di beberapa daerah, Nasi Kuning merupakan salah satu sajian menu sarapan yang dapat kita temukan di pagi hari. 

Nasi Kuning adalah salah satu dari kekayan kuliner Indonesia. Warna kuningnya hasil dari "kunyit" yang di parut dan di campurkan pada waktu proses memasak beras menjadi nasi, selain kunyit rempah lainnya seperti daun salam dan serai menambah rasa yang khas dari nasi kuning [seperti membuat nasi liwet hanya saja diberi parutan kunyit]. 

Dalam sejarahnya nasi kuning hanya ada pada waktu atau acara tertentu saja. Nasi kuning yang di cetak dengan bentuk mengerucut atau biasa di sebut Tumpeng. Falsafat tumpeng mungkin berkaitan dengan geografis Indonesia yang banyak pegunungan, terutama di Jawa dengan jajaran Gunung Merapinya. Tumpeng berasal dari tradisi purba masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para Hyang, atau arwah leluhur. Masuknya ajaran dan kebudayaan Hindu sangat berpengaruh terhadap masyarakat Jawa. Nasi yang di bentuk kerucut itu dimaksudkan untuk meniru bentuk gunung suci Mahameru, tempat bersemayam dewa-dewi. [inpoh dari wikipedia] :D

Tumpeng, mulai dari siapa yg pertama kali membuat, siapa kali yg pertama kali memberi nama, sampai filosofi dan kaitan acara keagamaan sampai acara syukuran, kalau ada yang tau silakan share tulisannya yah..:)

Kembali kepada judul NASIKUBUR, berawal dari saya sebagai seorang kontraktor [penghuni Kontrakan] yang kondisi keuangan setiap bulannya bergelombang seperti ombak, naik datar turun seperti jalan [begitulah maksud inti pokoknya mah]. Pada suatu hari perut sudah memberikan kode minta di refil/isi ulang. tiba-tiba ada ide aneh..berhubung tanggal 30 masih lama dan kalau beli makan ke NasiPadang atau ke AW-AnekaWarteg dan AnekaWarsun, uang Rp.10.000,- hanya cukup untuk 1 kali makan saja atau paling banter cukup untuk dua kali makan [itu juga harus dengan menu yang super hemat tentunya, misal: sayur lodeh/orek tempe/oseng-osengan dll]. Ini merupakan salah satu Trik Bertahan Hidup.

Dari alasan itulah kedua kaki ini melangkahkan kaki menuju tukang sayur dan membeli aneka sayuran yang bisa  dapat banyak dengan uang yang terbatas, akhirnya pulang membawa kunyit, kol, kacang panjang, tomat, wortel, telor, dan bumbu pecel. Dan stok belanjaan itu bisa untuk bebrapa kali makan. Selanjutnya mari Masuk dapur siap-siap untuk membuat menu spesial NASIKUBUR yang Lejat, Sehat, Nikmat dan Segarrr:

Are you Ready..??
Guuddd..mulai:

[a]. Membuat Nasi Kuning:
     Bahan:
     - Sediakan Beras
     - Kunyit
     - Daun Salam
     - Serai/Sereh
     - Minyak Sayur
     - Garam
     - Penyedap Rasa [bagi yang suka memakai penyedap rasa silakan, kalau tidak, skip aja :D]
     Alat:
     - RiceCooker
     - Parud/Pisau
Eksekusi: Cuci beras terlebih dahulu, selanjutnya takar air secukupnya [misalkan 1 cangkir beras, air untuk memasaknya cukup dengan 1,5 cangkir untuk menghasilkan Nasi yang Pulen tidak terlalu lembek/keras, begitu kira-kira kalau saya masak Nasi..hehe :D], Setelah Beras dimasukan ke RiceCooker, silakan masukan daun salam, parutan/irisan kunyit secukupnya, minyak sayur, dan serai yang di geprek terlebih dahulu supaya wanginya keluar. Selanjutnya, sekiranya air sudah agak mulai berkurang, masukan garam sambil diaduk sebentar saja dan tunggu sampai matang. 
Kalau sudah matang, jangan langsung di makaaan...masih panas. Yaelaaah...udah ketauan Lapernya nihhh.. icip-icip sedikit mah boleh lah yahh...ahahay :D

[b] Isi Kuburannya:
     - Telor Dadar/Ceplok/Rebus [untuk bagaimana cara bikinnya mah sudah pada Mahir kan..?? :D
     - Sayuran [ Kol, Wortel, Kacang Panjang, Tomat, kl ada yang lain mah sesuaikan dg selera saja yaah..:D]
     [] Potong sayuran sesukanya saja, mau di potek-potek pakai tangan juga boleh.

[c] Sauce/Bumbu
     - Bumbu Pecel [ada yang kemasan seperti SINTI, atau mau bikin sendiri juga lebih Guuud..tapi lama.hehe :D]
     [] Lumerkan bumbu pecel dg air hangat/dingin dan aduk hingga mengental.

PENYAJIAN/PLATING [Ceileeeh, gayya pisan bahasana..hihi :D]
Selejat apapun makanan belum tentu bisa membangkitkan selera makan apalagi memancing air liur. Dengan demikian tidak ada salahnya kita berkreasi sedikit cara penyajian makanan yang akan kita makan. Seperti terhadap olahan Nasi Kuning yang sedang kita bikin sekarang inih [waahh..ternyata sambil baca tulisan ini sambil praktek ternyata...ahihihi :D PISS]
Kenapa banyak anak-anak susah sekali makan, mungkin saja makanan yang disajikan hanya dengan alakadabranya sehingga tidak menarik perhatian si anak.

Baiklah, intinya adalah Penyajian makanan sangat berperan penting dari sebuah presentasi makanan, karena Makanan di buat tidak hanya sekedar Enak tapi Menarik. [] Jika setuju silakan tepuk tangan sendiri..:D

Tahap-tahap Plating NASIKUBUR:
[1]. Cetak nasi kuning ke dalam mangkok kecil sehingga bentuknya menyerupai potongan roti dan bikin dua bagian, untuk di bagian atas dan bagian bawah (bentuknya silakan berkreasi sendiri, mau bentuk kotak atau lonjong juga boleh boleh aja koq, yang penting Menarik)
[2]. Susun Telor Dadar dengan aneka sayuran yang sudah di potong-potong tadi di atas Nasi Kuning (bagian bawah) yang sudah di cetak seperti potongan roti tadi lalu siram dengan bumbu pecel secukupnya.
[3]. Setelah itu tumpuk nasi kuning (untuk bagian atas) di atas susunan telor dan sayuran yang tadi sehingga menyerupai BURGER, jangan lupa kasih toping di atasnya dg menyiramkan sambel pecel.
[4]. Kalau sudah terlihat bagus, silakan di poto dan di aplod..hihihi :D
[5]. Jangan lupa berDO'A sebelum dan sesudah Makan.

Selamat Makaaaan...:)




Bagaimana, mudah bukaan..?? :)

Masakan apapun akan terlihat wah mewah dan menggugah selera jika di sajikan dengan Menarik.
Selamat berimajinasi, berkreasi dan berkarya tentunya.


Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya ucapkan terimakasih banyak atas waktu dan perhatiannya untuk membaca tulisan yang asal-asalan ini dan mohon maap yang sebesar-besarnya, maklum masih belajar memberanikan diri untuk menulis.
Kritik Saran dan Caciannya silakan...


Semoga bermanfaat.


                                                       
@ana_ucrit
Salam SEPEDA SEnyumPEnuhDAmai :)
[] Aku Cinta Indonesia []













Minggu, 23 Juni 2013

GOBANCIPUT awal TH.2012


[] 1 Januari : Bandung-Lembang
[] 2 Januari : Bandung-Ciputat via Jonggol [08.00wib - 23.15wic]
[] Sepeda : siKabayan , Sopir+tukangPoto : Ana Mulyana

Sabtu, 31 Desember 2011
Menyambut tahun baru yang bertepatan liburan sekolah tidak sedikit yang pergi berlibur ke tempat wisata seperti pantai, gunung atau objek wisata lainnya bersama teman atau keluarga tercinta. Saya bersama sepeda "siKabayan" berencana Piknik Go BANCIPUT [Gowess BANdung-CIPUTat].

Hari terakhir di tahun 2011 tepatnya hari Sabtu 31 Desember saya pun berangkat menuju terminal Lb.Bulus dg sepeda "siKabayan". Setelah di preteli sebagian sepeda dg tujuan agar masuk bagasi Bis, jam 11 sepeda masuk bagasi dan saya pun naik bis Primajasa jurusan Garut-Lb.Bulus dg tarif 26ribu+bagasi 9ribu=35ribu sampailah di Cileunyi.

Sesampainya diCileunyi jam2 siang, saya pun memasang kembali sepeda yang tadi preteli. SiKabayan sudah siap, perjalanan di mulai menuju kota Bandung. Tidak jauh dari Pasar Sehat Cileunyi dipinggir jalan ada bengkel sepeda yg menjual sepeda bekas. Teringat siKabayan yg jari-jarinya perlu di massage karena ada beberapa yg longgar, saya pun mampir dan jari-jari siKabayanpun di pijat refleksi. Selesai di refleksi perjalananpun dilanjutkan.

Km.17 menuju Kota Bandung, perjalanan menyusuri jalan Ujungberung melewati kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Lapas Sukamiskin, Terminal Cicaheum, PUSDAI dan akhirnya sampai di Gedung Sate Bandung. Seperti di daerah yang lainnya, dalam rangka menyambut Tahun Baru 2012 di sepanjang jalan menuju Kota Bandung pun banyak sekali penjual Terompet yang selalu ada di setiap mau pergantian Tahun, beraneka macam penjualnya mulai dari yg menggunakan sepeda, dipikul maupun asongan di perempatan lampu merah.

Di jalan PUSDAI Bandung terlihat ada POLISI yg sedang ApelSore untuk pengamanan pergantian malam Tahun Baru 2012.

Jam5 sore tiba di Gedung Sate Bandung, warga Bandung dan pengunjung dari luar daerahpun terlihat mulai memadati wilayah Gd.Sate-Gasibu ini, ada yg rombongan keluarga, pasangan remaja dg berfoto di depan Gd.Sate, menikmati jananan/kuliner khas Bandung dll. Sayapun keliling diseputaran Gasibu sambil mencari syapa tau ada orang yang saya kenal atau ada rombongan pesepeda yg lewat. Sedang clingak clinguk sendiri, ada 2org pesepeda [nte'Indra Hatning Aming dan temannya], dan sayapun mengikuti kemana mereka pergi, katanya ada acara Niteride bareng. Setibanya ditempat tujuan acara Niteride yang diadakan oleh Speedy bertempat di KopiKamu saya pun ikutan acara tersebut [mumpung Garatisss..alhamdulillah dapat snack+kaos pula..hihihi :D].

Tidak disangka, pada acara Niteride yg diadakan Speedy ini saya pun bertemu dg komunitas sepeda yang ada di bandung, seperti Sasusu ada kang Cuham, NGN, b2c-Bandung, kang Zamzam Jejak dkk, sepeda Reol dll..senangnya bisa ketemu sesama pesepeda yg awalnya hanya saling sapa di dunia pesbuk, sekarang bertemu muka dan gowess bareng..:)

Malam pergantian Tahun pun semakin dekat, cuaca di jalan semakin padat...di beberapa jalan macett..dibeberapa FO, tempat yang lain banyak yang mengadakan acara pergantian Tahun dengan berbagai sajian acara yang disuguhkan. Saya bersama kang Zamzam dkk gowess menuju Gd.Merdeka sambil kumpul-kumpul. Berhubung malam sudah larut, suasana semakin penuh saya memilih untuk beristirahat karena besok pagi akan melanjutkan perjalanan gowess menuju Tangkuban Parahu atau paling tidak sampai ke Lembang. Malam Tahun baru beristirahat ditempat ci d'Kiting [kang Rudi di Kircon haturnuhun pisan, hapunten sering diheurinan..hihihi..:D].

Minggu, 1 Januari 2012
Pagi pertama di Tahun Baru disambut gerimis, rencana gowess ke Lembang jam6 pun tertunda karena hujan. Sambil nunggu hujan agak reda, saya bermain sama ci d'Kiting..bikin terompet taun baru..toweeet..hihihi :D. Hujan reda, rencana gowess ke Lembangpun dimulai. Jam7 berangkat dari KiaraCondong [Kircon] melewati Dago siapa tahu ada CarFreeDay, ternyata pas sampai di Dago, tidak ada CarFreeDay. Mungkin warga Bandung yang semalam merayakan pergantian Tahun masih ngantuk yang cuaca gerimis sangat mendukung untuk tidur lagi walhasil tidak ada CarFreeDay [mungkiiiin..ehhe]. Tapi meski demikian masih saja banyak pesepeda terutama yang menuju ke WarBan WarungBandrek.

Warga Bandung yang di hari pertama di Tahun Baru gowess terlihat banyak sekali, mulai dari anak-anak sampai Kakek-kakek luarr biasa. Seperti rencana diawal, pagi ini gowess menuju Lembang tapi sebelumnya saya mampir dahulu ke pertigaan dekat Terminal Dago yang menuju WarBan. Banyak sekali yang gowess menuju WarBan WarungBandrek, yang muda bahkan yang sudah lanjut usiapun masih tetap gowess kesana, bahkan ada lagi yang sambil membonceng anak/cucunya...Subhaanalloh. :)

Dari pertigaan menuju WarBan, saya turun menuju Lembang dan mengambil jalan Desa Mekarwangi, DagoBengkok [kata orang Bandung mah..:D]. Dari pertigaan sebelum Jembatan Cikapundung jalannya turun dan setelah jembatan itu jalannya tidak ada yang turun...ada juga jalan agak mirip datar, hihihi..:D Sepanjang jalan ini rata-rata tanjakkan, ada persimpangan menuju Lembang dan Burgundy [lewat Burgundy bisa tembus sampai di Lembang juga lhoo..:D]. Maklum didaerah, budaya gotong royong masih terlihat, diperjalanan saya melihat beberapa warga yang sedang bersih-bersih lingkungan..sangat hangat rasanya melihat mereka kompak..:)

Sampai di daerah Langensari terdapat sebuah tanjakkan yang lumayan panjang dengan kemiringan sekian derajat, terlihat ada pesepeda yg mulai dari bawah sudah nge-DH DorongHeula alias TTB TunTunBike...hehe..:D tidak jarang juga motor-mobil yang melintas tanjakkan ini yang harus menurunkan penumpangnya [entah tidak kuat atau penumpangnya ngeri terjatuh...coba tanya mereka langsung aja yaa..hihih :D]

Sebelum melintas tanjakkan itu saya istirahat ambil nafas sambil berteduh karena hujan turun. Setelah reda, saya pun melanjutkan perjalanan langsung disuguhi tanjakkan yang beberapa ratus meter panjangnya dengan kemiringan sekian dan dipertengahan sayapun berhenti sambil istirahat dan kendaraan yang melintas jalan ini tidak sedikit bahkan sampai terjadi kemacetan karena ada mobil yang mogok. Lumayan kan bisa ambil sesi poto-poto..hihihi..:D. Selesai istirahat lanjutkan setengah tanjakkan lagi sampai ke atas. Tanjakkan yang berada di kampung BukaManah LangenSari ini sangat memicu adrenalin...megap-megaaap...[untungnya ga ada yang lihat..hahaay..:D]

Sesampainya di atas, hujan turun lagi dengan derasnya. Jalanpun semakin becek karena tanah yang dibawa ban mobil-motor bercampur yang dibawa oleh air kejalanpun membuat jalanan tambah licin. Sayapun berteduh kembali di Portal yang diadakan warga "Portal Pemeliharaan Jalan Desa Langen Sari" dengan tarif Rp.1000 untuk sedan-pickup dan Rp.2000 untuk truk, berteduh sambil bertanya arah ke Lembang. Karena melihat jam yang menunjukkan hampir mendekati jam2 siang, saya lanjutkan perjalanan ditengah hujan yang lumayan deras sampai ke perempatan menuju Lembang, BukitMaribaya, LangenSari dan CurugOmas/Goa Belanda-Jepang.

Di perempatan itu saya kembali berhenti dan bertanya kepada warga yang sedah berteduh kemana arah jalan itu dll. Setelah mendapat informasi tentang perempatan jalan itu yang terdapat beberapa papan info yang menunjukkan arah ke tempat wisata dsb. Disana terlihat ada petunjuk arah menuju Curug Omas 1km, aah..mumpung tidak jauh saya pun tertarik untuk kesana, dari perempatan itu terlihat jalan menuju Curug Omas turunan dan ternyata memang turunan yang lumayan curam dan berbelok, sambil gowess saya sesekali membayangkan bagaimana kalau nanti dari CurugOmas kembali ke perempatan tadi...nanjak kaliiii...:D. 1km sudah saya gowess dan sampai di sebuah Gerbang ada tulisan CurugOmas, Goa Belanda, Goa Jepang. Tidak mahal tiket untuk masuk ke CurugOmas, hanya dg Rp.8000 kita sudah bisa memasuki wilayah ini dan menikmati CurugOmas. Kali ini saya tidak masuk keCurugOmas dan memutuskan untuk kembali ke perempatan tadi, 1km itu nanjaaak pemirsaa...hihihi..:D

Tiba diperempatan saya langsung ambil jalan yang menuju Lembang melewati Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat sampai perempatan mesjid SESKO AU Komplek Angkasa Lembang. Di mesjid ini istirahat-solat sambil berteduh karena cuaca masih gerimis. Beres solat, saya sebenarnya ingin sekali ke Tangkuban Parahu, tapi berhubung waktu sudah mulai masuk sore jadinya keliling saja ke tempat yang lain salah satunya ke DeRanch Lembang, tempat Wisata a la Koboi..:D. Pengunjung pada hari itu banyak sekali, terlihat dari penuhnya Parkiran didepan DeRanch...:)

Waktu semakin sore, saya pun bergegas kembali menuju Bandung sambil melewati Teropong Bintang BOSCHA, setibanya di Gerbang BOSCHA ternyata TUTUP [lagiaaan..kesana pas tanggal merah...TUTUP atuuuuhh...hihihi..:D]. Yasudah atuh kalau tutup mah pulang sajah..nanti mah kalau mau kesinih jangan tanggal merah yaa..!! hahay..:D. Dari BOSCHA saya kembali ke Bandung mengikuti jalan Kp.Areng dengan kontur jalan yang menurun seturun-turunnya..udah gitu jalanan licin karena tanah. Jangan malu bertanya, karena di Bandung sangat banyak sekali persimpangan dan jalan-jalan dari persimpangan ini bisa menuju ke satu tujuan...tinggal pilih..:D.

Dari Kp.Areng saya terus mengikuti jalan sampai ketemu jalan sangat turun dan sangat menanjak jika sebaliknya, yaitu daerah CiKADU Ciumbuleuit. Jika ingin membayangkan bagaimana jalan itu menanjak adalah dengan cara merasakan seberapa curamkah jalanan tersebut...udah turunan curam, jalan cor, abis diguyur hujan..ngeriii sekali, warga sekitar bercerita, baru saja kemaren ada motor yang nyelonong dari atas sampai nabrak...hmm pantes aja ada rambu-rambu gambar tengkorak..hihihi..Hoooorooooorr..:D

Tanjakkan-Turunan CIKADU ini kalau dari kampus UNPAR ke atas sedikit sebelah kiri ada Gapura Merah namanya Jl.Kolam, masuk saja sampai ketemu Jembatan Cikadu, naah..kalau sudah ketemu jembatan, siap siap saja turun Gigi Satu atau pasrah DH-DorongHeula daripada gowess terus dipertengahan standing/salto kebelakang..hihi [maap bukan menakut-nakuti...tp, tanjakkan ini boleh dicoba koq kalau siap mental..ehhe:D]

Setelah turunan curam Cikadu sampailah ke Jalan Raya Ciumbuleuit lanjut perjalanan melewati Kampus UNIVERSITAS PARAHYANGAN, pertigaan Cihampelas, Sabuga sampai ke Kampus UNIVERSITAS PADJADJARAN Dipati Ukur dan beristirahat sambil menikmati Ruti Bakar, Solat dan kembali ke Kiara Condong.

Senin, 2 Januari 2012
Diawali sarapan KupatTahu sama kang Rudi sambil menggambar bareng ci d'Kiting..:) Setelah sarapan dan melihat jam sudah menunjukkan hampir tepat jam 08.00 pagi, pamitan dan memulai perjalanan Go BANCIPUT BANdung-CIPUTat.
Keluar dari Gg.Soma nyebrang melintas Jl. Jakarta bertemu bapak" yang pakai sepeda rupanya sedang olahraga pagi, sambil gowess beliau mendekati dan bertanya mw kemana dsb..setelah bilang mau ke Ciputat, bapak itu mengajak untuk menepi dulu sebentar dan ngajak ngobrol tentang sepeda. Bapak Gazali namanya, setelah perkenalan dan bertanya-tanya beliaupun bercerita tentang keluarga dan pengalaman sepedanya, beliau menceritakan kalau awal mula bersepeda itu karena saran dari temannya pada saat beliau mengidap penyakit AsamUrat yang sudah kesana kemari berobat dan akhirnya beliaupun mengiyakan saran dari temannya itu, belilah sepeda biasa murah meriah yang tentunya masih layak untuk dipakai dan beliaupun memulai gowess sekitaran rumahnya. Ternyata, setelah beberapa hari gowess dia merasakan hal yang baru, yaitu setelah paginya gowess malamnya beliau bisa tidur nyenyak, padahal waktu sakit sangat susah tidur jika menjelang malam. Dari sanalah beliau terus bersepeda sampai di CheckUp ke dokter dan penyakit yang diidapnya [AsamUrat] itu dinyatakan sembuh, bahkan penyakit ambeyennya pun tidak terasa lagi sampai sekarang mungkin sampai nanti beliau akan tetep bersepeda.

Disela obrolan saya sama pak Gazali, beliau bertanya.."yi, cobi tebak..yuswa akang kira-kira sabaraha taun..??" [dek, coba tebak umur om kira-kira berapa tahun..??], saya jawab..kisaran 50th, karna memang terlihat masih segar. Beliaupun menjawab, umur akang sekarang 74tahun...:) wahhh...74th masih segerr begitu..?? :O [tanyaku].
Beliau banyak bercerita tentang keluarga dan tentang sepeda, ada hal yang sangat berkesan dari obrolan dengannya yaitu, beliau berpesan..."Kalau ingin selalu terlihat segar, maka lakukan olah raga dan jangan lupa sama Yang Maha Kuasa [ibadah]", supaya Sehat Jasmani dan Sehat Rohani, bangun Malam [solat Tahajud] dan Yakinlah sama Janji Alloh, maka InsyaAlloh..Allohpun akan mencukupi segala kebutuhan kita". :)

Jam menunjukkan pukul 8.30wib, beliaupun mengakhiri obrolannya karena dia juga maklumi perjalananku masih jauh. Beliau berpamitan dan berterimakasih sudah berkenalan dan berpesan jika keBandung jangan lupa kabarin, mudah"an bisa bertemu kembali. Dan sayapun melanjutkan perjalanan Go BANCIPUT menyusuri jalan Jakarta-Jend.A.Yani [Lapangan PERSIB]-Asia Afrika [Gd.Merdeka-Mesjid Raya Bandung]-Jend.Soedirman-Cibeureum-Amir Machmud [RSU CIBABAT, Mesjid Agung Cimahi]-GadoBangkong-Cimareme-sampai simpang Padalarang.

Memasuki Jl.Raya Padalarang istirahat di Kota Baru Parahyangan [PUSPAIPTEK] dan lanjutkan perjalanan menyusuri Jl,Raya Padalarang [Situ Ciburuy]-Pamucatan-Gunung Masigit-Cibogo-Cipatat [sepanjang jalan ini beraneka macam Hasil Karya warga yang bisa kita temukan, seperti Peuyeum Bandung, Ukiran/Patung dr Batu, Keramik, Kuda-kudaan dan tentunya BatuKapur...hehehe..:D]-Rajamandala sampai ke Jembatan Rajamandala [Perbatasan Bandung Barat-Cianjur].

Setelah jembatan Rajamandala memasuki Jl. Raya Ciranjang yang dimulai dari Gerbang Marhamah Cianjur, disini akan menemukan deretan lapak penjual Cingcau khas Cianjur yang menjadi mata pencaharian sebagia warga sekitar juga sebagai kulineran khas daerah...murah meriah dan seggarr...:D

Perjalanan dilanjutkan setelah foto-foto menuju pertigaan Cianjur-Jonggol, berhubung belum pernah melewati jalur Jonggol dengan sepeda, maka sayapun memutuskan untuk melewati jalan alternatif Jonggol, sementara jam menunjukkan pukul 14.35 siang dan menurut Peta rute Bandung-Jakarta via Jonggol itu muter dan lebih jauh. Hitung-dihitung, keputusan mengambil jalur Jonggolpun diambil. Jalan Cibogo yang datar sedikit menurun mengawali rute via Jonggol, bentangan sawah terlihat kiri dan kanan sampai perempatan Jl.Wisata Air Jangari, dari perempatan Jangari ke Cikalong 10km dan Jonggol 50km lagi, waktu menunjukkan jam 15 lewat. Lanjut lagi menyusuri jalan yang menurun lumayan curam sampai sampai jembatan, selanjutnya campuran jalan menurun dan sedikit tanjakkan hingga pertigaan Cinangsi [Jonggol-Cianjur] ambil kanan terus mengikuti jalan Cinangsi-MekarGalih [ada pertigaan menuju Obyek Wisata Ziarah Dalem CIKUNDUL Aria Witanu Datar]-PasirTanjung-Cariu [Turunan Curam dimulai dari Puncak Pinus sampai jembatan CIBEET, kl sebaliknya tentu jalan ini Menanjak sangat...ehehe :D]

Jalan selanjutnya mix alias campuran antara turun-nanjak. Alhamdulillah..setelah lewati turunan curam Cariu meski di tengah jalan daerah Mungkur langit sudah mulai gelap alias malam dan saya tidak bawa Petromak [lampu depan] perjalanan tetap dilanjutkan walau janung agak dag dig dug dweerrr karna tidak bawa Petromak hanya dengan lampu seadanya dari kendaraan yg berpapasan menyinari jalan yg gelap sampai ke jalan layang Cileungsi, trimakasi sudah mau berbagi cahaya...:).

Di jalan Layang Cileungsi menuju Cibubur istirahat sebelum melanjutkan perjalanan [isi Tengki Air dulu..ehehe] dan perjanalan dilanjutkan kembali melewati Cibubur Junction-Lapangan Tembak-Jalan Raya Bogor-Pasar Rebo-sampai Ciputat jam 23.15wic
Sampai Kosan, mandi, Solat, makan dan Istirahat...zzz...zzzzz...zzzz

Alhamdulillaahirobbil'aalamiin...
Perjalanan Go BANCIPUT BANdung-CIPUTat selesai dengan keadaan Sehat,Selamat wal'Afiat...:)

Sebagai manusia biasa, mohon Maap atas segala Kekurangan dan Ketidaklucuan dari Tulisan ini.

[] Semoga dari Perjalanan ini ada informasi yang bermanfaat. Terimakasih banyak sudah meluangkan waktunya dan mau membaca kisah perjalanan Go BANCIPUT 2012 ini]

Salam SEPEDA SEnyumPEnuhDAmai selalu...:)

[] POTO-POTO Perjalanan GOBANCIPUT: http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2485909873783.2113606.1433744750&type=3




@ana_ucrit
Salam SEPEDA SEnyumPEnuhDAmai slalu untuk semuanya :)
[] Aku Cinta Indonesia []