Minggu, 23 Juni 2013

GOBANCIPUT awal TH.2012


[] 1 Januari : Bandung-Lembang
[] 2 Januari : Bandung-Ciputat via Jonggol [08.00wib - 23.15wic]
[] Sepeda : siKabayan , Sopir+tukangPoto : Ana Mulyana

Sabtu, 31 Desember 2011
Menyambut tahun baru yang bertepatan liburan sekolah tidak sedikit yang pergi berlibur ke tempat wisata seperti pantai, gunung atau objek wisata lainnya bersama teman atau keluarga tercinta. Saya bersama sepeda "siKabayan" berencana Piknik Go BANCIPUT [Gowess BANdung-CIPUTat].

Hari terakhir di tahun 2011 tepatnya hari Sabtu 31 Desember saya pun berangkat menuju terminal Lb.Bulus dg sepeda "siKabayan". Setelah di preteli sebagian sepeda dg tujuan agar masuk bagasi Bis, jam 11 sepeda masuk bagasi dan saya pun naik bis Primajasa jurusan Garut-Lb.Bulus dg tarif 26ribu+bagasi 9ribu=35ribu sampailah di Cileunyi.

Sesampainya diCileunyi jam2 siang, saya pun memasang kembali sepeda yang tadi preteli. SiKabayan sudah siap, perjalanan di mulai menuju kota Bandung. Tidak jauh dari Pasar Sehat Cileunyi dipinggir jalan ada bengkel sepeda yg menjual sepeda bekas. Teringat siKabayan yg jari-jarinya perlu di massage karena ada beberapa yg longgar, saya pun mampir dan jari-jari siKabayanpun di pijat refleksi. Selesai di refleksi perjalananpun dilanjutkan.

Km.17 menuju Kota Bandung, perjalanan menyusuri jalan Ujungberung melewati kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Lapas Sukamiskin, Terminal Cicaheum, PUSDAI dan akhirnya sampai di Gedung Sate Bandung. Seperti di daerah yang lainnya, dalam rangka menyambut Tahun Baru 2012 di sepanjang jalan menuju Kota Bandung pun banyak sekali penjual Terompet yang selalu ada di setiap mau pergantian Tahun, beraneka macam penjualnya mulai dari yg menggunakan sepeda, dipikul maupun asongan di perempatan lampu merah.

Di jalan PUSDAI Bandung terlihat ada POLISI yg sedang ApelSore untuk pengamanan pergantian malam Tahun Baru 2012.

Jam5 sore tiba di Gedung Sate Bandung, warga Bandung dan pengunjung dari luar daerahpun terlihat mulai memadati wilayah Gd.Sate-Gasibu ini, ada yg rombongan keluarga, pasangan remaja dg berfoto di depan Gd.Sate, menikmati jananan/kuliner khas Bandung dll. Sayapun keliling diseputaran Gasibu sambil mencari syapa tau ada orang yang saya kenal atau ada rombongan pesepeda yg lewat. Sedang clingak clinguk sendiri, ada 2org pesepeda [nte'Indra Hatning Aming dan temannya], dan sayapun mengikuti kemana mereka pergi, katanya ada acara Niteride bareng. Setibanya ditempat tujuan acara Niteride yang diadakan oleh Speedy bertempat di KopiKamu saya pun ikutan acara tersebut [mumpung Garatisss..alhamdulillah dapat snack+kaos pula..hihihi :D].

Tidak disangka, pada acara Niteride yg diadakan Speedy ini saya pun bertemu dg komunitas sepeda yang ada di bandung, seperti Sasusu ada kang Cuham, NGN, b2c-Bandung, kang Zamzam Jejak dkk, sepeda Reol dll..senangnya bisa ketemu sesama pesepeda yg awalnya hanya saling sapa di dunia pesbuk, sekarang bertemu muka dan gowess bareng..:)

Malam pergantian Tahun pun semakin dekat, cuaca di jalan semakin padat...di beberapa jalan macett..dibeberapa FO, tempat yang lain banyak yang mengadakan acara pergantian Tahun dengan berbagai sajian acara yang disuguhkan. Saya bersama kang Zamzam dkk gowess menuju Gd.Merdeka sambil kumpul-kumpul. Berhubung malam sudah larut, suasana semakin penuh saya memilih untuk beristirahat karena besok pagi akan melanjutkan perjalanan gowess menuju Tangkuban Parahu atau paling tidak sampai ke Lembang. Malam Tahun baru beristirahat ditempat ci d'Kiting [kang Rudi di Kircon haturnuhun pisan, hapunten sering diheurinan..hihihi..:D].

Minggu, 1 Januari 2012
Pagi pertama di Tahun Baru disambut gerimis, rencana gowess ke Lembang jam6 pun tertunda karena hujan. Sambil nunggu hujan agak reda, saya bermain sama ci d'Kiting..bikin terompet taun baru..toweeet..hihihi :D. Hujan reda, rencana gowess ke Lembangpun dimulai. Jam7 berangkat dari KiaraCondong [Kircon] melewati Dago siapa tahu ada CarFreeDay, ternyata pas sampai di Dago, tidak ada CarFreeDay. Mungkin warga Bandung yang semalam merayakan pergantian Tahun masih ngantuk yang cuaca gerimis sangat mendukung untuk tidur lagi walhasil tidak ada CarFreeDay [mungkiiiin..ehhe]. Tapi meski demikian masih saja banyak pesepeda terutama yang menuju ke WarBan WarungBandrek.

Warga Bandung yang di hari pertama di Tahun Baru gowess terlihat banyak sekali, mulai dari anak-anak sampai Kakek-kakek luarr biasa. Seperti rencana diawal, pagi ini gowess menuju Lembang tapi sebelumnya saya mampir dahulu ke pertigaan dekat Terminal Dago yang menuju WarBan. Banyak sekali yang gowess menuju WarBan WarungBandrek, yang muda bahkan yang sudah lanjut usiapun masih tetap gowess kesana, bahkan ada lagi yang sambil membonceng anak/cucunya...Subhaanalloh. :)

Dari pertigaan menuju WarBan, saya turun menuju Lembang dan mengambil jalan Desa Mekarwangi, DagoBengkok [kata orang Bandung mah..:D]. Dari pertigaan sebelum Jembatan Cikapundung jalannya turun dan setelah jembatan itu jalannya tidak ada yang turun...ada juga jalan agak mirip datar, hihihi..:D Sepanjang jalan ini rata-rata tanjakkan, ada persimpangan menuju Lembang dan Burgundy [lewat Burgundy bisa tembus sampai di Lembang juga lhoo..:D]. Maklum didaerah, budaya gotong royong masih terlihat, diperjalanan saya melihat beberapa warga yang sedang bersih-bersih lingkungan..sangat hangat rasanya melihat mereka kompak..:)

Sampai di daerah Langensari terdapat sebuah tanjakkan yang lumayan panjang dengan kemiringan sekian derajat, terlihat ada pesepeda yg mulai dari bawah sudah nge-DH DorongHeula alias TTB TunTunBike...hehe..:D tidak jarang juga motor-mobil yang melintas tanjakkan ini yang harus menurunkan penumpangnya [entah tidak kuat atau penumpangnya ngeri terjatuh...coba tanya mereka langsung aja yaa..hihih :D]

Sebelum melintas tanjakkan itu saya istirahat ambil nafas sambil berteduh karena hujan turun. Setelah reda, saya pun melanjutkan perjalanan langsung disuguhi tanjakkan yang beberapa ratus meter panjangnya dengan kemiringan sekian dan dipertengahan sayapun berhenti sambil istirahat dan kendaraan yang melintas jalan ini tidak sedikit bahkan sampai terjadi kemacetan karena ada mobil yang mogok. Lumayan kan bisa ambil sesi poto-poto..hihihi..:D. Selesai istirahat lanjutkan setengah tanjakkan lagi sampai ke atas. Tanjakkan yang berada di kampung BukaManah LangenSari ini sangat memicu adrenalin...megap-megaaap...[untungnya ga ada yang lihat..hahaay..:D]

Sesampainya di atas, hujan turun lagi dengan derasnya. Jalanpun semakin becek karena tanah yang dibawa ban mobil-motor bercampur yang dibawa oleh air kejalanpun membuat jalanan tambah licin. Sayapun berteduh kembali di Portal yang diadakan warga "Portal Pemeliharaan Jalan Desa Langen Sari" dengan tarif Rp.1000 untuk sedan-pickup dan Rp.2000 untuk truk, berteduh sambil bertanya arah ke Lembang. Karena melihat jam yang menunjukkan hampir mendekati jam2 siang, saya lanjutkan perjalanan ditengah hujan yang lumayan deras sampai ke perempatan menuju Lembang, BukitMaribaya, LangenSari dan CurugOmas/Goa Belanda-Jepang.

Di perempatan itu saya kembali berhenti dan bertanya kepada warga yang sedah berteduh kemana arah jalan itu dll. Setelah mendapat informasi tentang perempatan jalan itu yang terdapat beberapa papan info yang menunjukkan arah ke tempat wisata dsb. Disana terlihat ada petunjuk arah menuju Curug Omas 1km, aah..mumpung tidak jauh saya pun tertarik untuk kesana, dari perempatan itu terlihat jalan menuju Curug Omas turunan dan ternyata memang turunan yang lumayan curam dan berbelok, sambil gowess saya sesekali membayangkan bagaimana kalau nanti dari CurugOmas kembali ke perempatan tadi...nanjak kaliiii...:D. 1km sudah saya gowess dan sampai di sebuah Gerbang ada tulisan CurugOmas, Goa Belanda, Goa Jepang. Tidak mahal tiket untuk masuk ke CurugOmas, hanya dg Rp.8000 kita sudah bisa memasuki wilayah ini dan menikmati CurugOmas. Kali ini saya tidak masuk keCurugOmas dan memutuskan untuk kembali ke perempatan tadi, 1km itu nanjaaak pemirsaa...hihihi..:D

Tiba diperempatan saya langsung ambil jalan yang menuju Lembang melewati Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat sampai perempatan mesjid SESKO AU Komplek Angkasa Lembang. Di mesjid ini istirahat-solat sambil berteduh karena cuaca masih gerimis. Beres solat, saya sebenarnya ingin sekali ke Tangkuban Parahu, tapi berhubung waktu sudah mulai masuk sore jadinya keliling saja ke tempat yang lain salah satunya ke DeRanch Lembang, tempat Wisata a la Koboi..:D. Pengunjung pada hari itu banyak sekali, terlihat dari penuhnya Parkiran didepan DeRanch...:)

Waktu semakin sore, saya pun bergegas kembali menuju Bandung sambil melewati Teropong Bintang BOSCHA, setibanya di Gerbang BOSCHA ternyata TUTUP [lagiaaan..kesana pas tanggal merah...TUTUP atuuuuhh...hihihi..:D]. Yasudah atuh kalau tutup mah pulang sajah..nanti mah kalau mau kesinih jangan tanggal merah yaa..!! hahay..:D. Dari BOSCHA saya kembali ke Bandung mengikuti jalan Kp.Areng dengan kontur jalan yang menurun seturun-turunnya..udah gitu jalanan licin karena tanah. Jangan malu bertanya, karena di Bandung sangat banyak sekali persimpangan dan jalan-jalan dari persimpangan ini bisa menuju ke satu tujuan...tinggal pilih..:D.

Dari Kp.Areng saya terus mengikuti jalan sampai ketemu jalan sangat turun dan sangat menanjak jika sebaliknya, yaitu daerah CiKADU Ciumbuleuit. Jika ingin membayangkan bagaimana jalan itu menanjak adalah dengan cara merasakan seberapa curamkah jalanan tersebut...udah turunan curam, jalan cor, abis diguyur hujan..ngeriii sekali, warga sekitar bercerita, baru saja kemaren ada motor yang nyelonong dari atas sampai nabrak...hmm pantes aja ada rambu-rambu gambar tengkorak..hihihi..Hoooorooooorr..:D

Tanjakkan-Turunan CIKADU ini kalau dari kampus UNPAR ke atas sedikit sebelah kiri ada Gapura Merah namanya Jl.Kolam, masuk saja sampai ketemu Jembatan Cikadu, naah..kalau sudah ketemu jembatan, siap siap saja turun Gigi Satu atau pasrah DH-DorongHeula daripada gowess terus dipertengahan standing/salto kebelakang..hihi [maap bukan menakut-nakuti...tp, tanjakkan ini boleh dicoba koq kalau siap mental..ehhe:D]

Setelah turunan curam Cikadu sampailah ke Jalan Raya Ciumbuleuit lanjut perjalanan melewati Kampus UNIVERSITAS PARAHYANGAN, pertigaan Cihampelas, Sabuga sampai ke Kampus UNIVERSITAS PADJADJARAN Dipati Ukur dan beristirahat sambil menikmati Ruti Bakar, Solat dan kembali ke Kiara Condong.

Senin, 2 Januari 2012
Diawali sarapan KupatTahu sama kang Rudi sambil menggambar bareng ci d'Kiting..:) Setelah sarapan dan melihat jam sudah menunjukkan hampir tepat jam 08.00 pagi, pamitan dan memulai perjalanan Go BANCIPUT BANdung-CIPUTat.
Keluar dari Gg.Soma nyebrang melintas Jl. Jakarta bertemu bapak" yang pakai sepeda rupanya sedang olahraga pagi, sambil gowess beliau mendekati dan bertanya mw kemana dsb..setelah bilang mau ke Ciputat, bapak itu mengajak untuk menepi dulu sebentar dan ngajak ngobrol tentang sepeda. Bapak Gazali namanya, setelah perkenalan dan bertanya-tanya beliaupun bercerita tentang keluarga dan pengalaman sepedanya, beliau menceritakan kalau awal mula bersepeda itu karena saran dari temannya pada saat beliau mengidap penyakit AsamUrat yang sudah kesana kemari berobat dan akhirnya beliaupun mengiyakan saran dari temannya itu, belilah sepeda biasa murah meriah yang tentunya masih layak untuk dipakai dan beliaupun memulai gowess sekitaran rumahnya. Ternyata, setelah beberapa hari gowess dia merasakan hal yang baru, yaitu setelah paginya gowess malamnya beliau bisa tidur nyenyak, padahal waktu sakit sangat susah tidur jika menjelang malam. Dari sanalah beliau terus bersepeda sampai di CheckUp ke dokter dan penyakit yang diidapnya [AsamUrat] itu dinyatakan sembuh, bahkan penyakit ambeyennya pun tidak terasa lagi sampai sekarang mungkin sampai nanti beliau akan tetep bersepeda.

Disela obrolan saya sama pak Gazali, beliau bertanya.."yi, cobi tebak..yuswa akang kira-kira sabaraha taun..??" [dek, coba tebak umur om kira-kira berapa tahun..??], saya jawab..kisaran 50th, karna memang terlihat masih segar. Beliaupun menjawab, umur akang sekarang 74tahun...:) wahhh...74th masih segerr begitu..?? :O [tanyaku].
Beliau banyak bercerita tentang keluarga dan tentang sepeda, ada hal yang sangat berkesan dari obrolan dengannya yaitu, beliau berpesan..."Kalau ingin selalu terlihat segar, maka lakukan olah raga dan jangan lupa sama Yang Maha Kuasa [ibadah]", supaya Sehat Jasmani dan Sehat Rohani, bangun Malam [solat Tahajud] dan Yakinlah sama Janji Alloh, maka InsyaAlloh..Allohpun akan mencukupi segala kebutuhan kita". :)

Jam menunjukkan pukul 8.30wib, beliaupun mengakhiri obrolannya karena dia juga maklumi perjalananku masih jauh. Beliau berpamitan dan berterimakasih sudah berkenalan dan berpesan jika keBandung jangan lupa kabarin, mudah"an bisa bertemu kembali. Dan sayapun melanjutkan perjalanan Go BANCIPUT menyusuri jalan Jakarta-Jend.A.Yani [Lapangan PERSIB]-Asia Afrika [Gd.Merdeka-Mesjid Raya Bandung]-Jend.Soedirman-Cibeureum-Amir Machmud [RSU CIBABAT, Mesjid Agung Cimahi]-GadoBangkong-Cimareme-sampai simpang Padalarang.

Memasuki Jl.Raya Padalarang istirahat di Kota Baru Parahyangan [PUSPAIPTEK] dan lanjutkan perjalanan menyusuri Jl,Raya Padalarang [Situ Ciburuy]-Pamucatan-Gunung Masigit-Cibogo-Cipatat [sepanjang jalan ini beraneka macam Hasil Karya warga yang bisa kita temukan, seperti Peuyeum Bandung, Ukiran/Patung dr Batu, Keramik, Kuda-kudaan dan tentunya BatuKapur...hehehe..:D]-Rajamandala sampai ke Jembatan Rajamandala [Perbatasan Bandung Barat-Cianjur].

Setelah jembatan Rajamandala memasuki Jl. Raya Ciranjang yang dimulai dari Gerbang Marhamah Cianjur, disini akan menemukan deretan lapak penjual Cingcau khas Cianjur yang menjadi mata pencaharian sebagia warga sekitar juga sebagai kulineran khas daerah...murah meriah dan seggarr...:D

Perjalanan dilanjutkan setelah foto-foto menuju pertigaan Cianjur-Jonggol, berhubung belum pernah melewati jalur Jonggol dengan sepeda, maka sayapun memutuskan untuk melewati jalan alternatif Jonggol, sementara jam menunjukkan pukul 14.35 siang dan menurut Peta rute Bandung-Jakarta via Jonggol itu muter dan lebih jauh. Hitung-dihitung, keputusan mengambil jalur Jonggolpun diambil. Jalan Cibogo yang datar sedikit menurun mengawali rute via Jonggol, bentangan sawah terlihat kiri dan kanan sampai perempatan Jl.Wisata Air Jangari, dari perempatan Jangari ke Cikalong 10km dan Jonggol 50km lagi, waktu menunjukkan jam 15 lewat. Lanjut lagi menyusuri jalan yang menurun lumayan curam sampai sampai jembatan, selanjutnya campuran jalan menurun dan sedikit tanjakkan hingga pertigaan Cinangsi [Jonggol-Cianjur] ambil kanan terus mengikuti jalan Cinangsi-MekarGalih [ada pertigaan menuju Obyek Wisata Ziarah Dalem CIKUNDUL Aria Witanu Datar]-PasirTanjung-Cariu [Turunan Curam dimulai dari Puncak Pinus sampai jembatan CIBEET, kl sebaliknya tentu jalan ini Menanjak sangat...ehehe :D]

Jalan selanjutnya mix alias campuran antara turun-nanjak. Alhamdulillah..setelah lewati turunan curam Cariu meski di tengah jalan daerah Mungkur langit sudah mulai gelap alias malam dan saya tidak bawa Petromak [lampu depan] perjalanan tetap dilanjutkan walau janung agak dag dig dug dweerrr karna tidak bawa Petromak hanya dengan lampu seadanya dari kendaraan yg berpapasan menyinari jalan yg gelap sampai ke jalan layang Cileungsi, trimakasi sudah mau berbagi cahaya...:).

Di jalan Layang Cileungsi menuju Cibubur istirahat sebelum melanjutkan perjalanan [isi Tengki Air dulu..ehehe] dan perjanalan dilanjutkan kembali melewati Cibubur Junction-Lapangan Tembak-Jalan Raya Bogor-Pasar Rebo-sampai Ciputat jam 23.15wic
Sampai Kosan, mandi, Solat, makan dan Istirahat...zzz...zzzzz...zzzz

Alhamdulillaahirobbil'aalamiin...
Perjalanan Go BANCIPUT BANdung-CIPUTat selesai dengan keadaan Sehat,Selamat wal'Afiat...:)

Sebagai manusia biasa, mohon Maap atas segala Kekurangan dan Ketidaklucuan dari Tulisan ini.

[] Semoga dari Perjalanan ini ada informasi yang bermanfaat. Terimakasih banyak sudah meluangkan waktunya dan mau membaca kisah perjalanan Go BANCIPUT 2012 ini]

Salam SEPEDA SEnyumPEnuhDAmai selalu...:)

[] POTO-POTO Perjalanan GOBANCIPUT: http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2485909873783.2113606.1433744750&type=3




@ana_ucrit
Salam SEPEDA SEnyumPEnuhDAmai slalu untuk semuanya :)
[] Aku Cinta Indonesia []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar