Jalan itu tidak pernah Melawan dengan menambah Kemiringannya ketika ku sedang melintas di Tanjakan maupun di Turunan..
Jalan itu tidak pernah Membela diri ketika ku cacimaki ketika kulewati yg rusak dan berlubang..
Selama perjalananku lebih banyak tidak sadarnya daripada sadarnya.. Bagaimana bisa melihat dan patuh terhadap rambu-rambu toh keadaanku sering tidak Sadar.
[..Padahal dengan tetap berada pada titik Kesadaranlah manusia bisa Selamat di Perjalanan sampai ke Tujuan, karena akan selalu mengetahui dan mematuhi Rambu-rambu..]
Jika "Jalan" itu adalah Tuhan...selama ini aku tidak pernah berSyukur atas Nikmat dr Tuhan, selalu merasa bahwa rintangan bisa kulewati dan keberhasilan ku raih adalah semata karena usaha kerja kerasku tanpa campur tangan Tuhan, tidak pernah Sabar dan hanya Mengeluh ketika dihadapkan pada Cobaan dan Ujian.
Dan jika "Rambu-rambu" itu adalah Aturan-Nya..selama ini aku tidak pernah mau tau dan mempelajari Aturan Tuhan apalagi mentaati segala Aturan-Nya. Lalu...apakah aku akan sampai dengan Selamat di Perjalanan, apakah akan selamat di Akhirat nanti...?? :O
“..Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan Sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.." Salah satu ayat dalam Firman-Nya [QS.Al-Isra : 37]
Astagfirullaahal'adzhiim...Bet apa SOMBONG nya aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar